- Bakmi
Kamis, 31 Desember 2020
Rabu, 02 Desember 2020
Resep Bakmi Jawa
Bahan-Bahan:
- 140 gram mi telur
- 1 buah wortel, potong korek api
- 1/4 buah kol, potong-potong
- 1 batang daun bawang, iris
- 1 batang seledri, iris
- 5 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 1 sdt merica butir
- 3 buah cabai rawit
- kecap manis, garam, dan kaldu jamur secukupnya
- bawang goreng sebagai taburan
- Pertama, isi panci dengan air dan letakkan di atas kompor. Lalu, nyalakan kompor dan panaskan air hingga mendidih.
- Kedua, masukkan mie telur ke dalam panci berisi air mendidih dan rebus mie hingga matang.
- Ketiga, setelah mie telur matang, maka matikan kompor dan tiriskan mie. Lalu, sisihkan.
- Sekarang, kita siapkan bumbu halusnya yakni bawang merah, bawang putih, dan merica.
- Setelah itu, haluskan bawang merah, bawang putih, dan merica menggunakan ulekan hingga benar-benar halus.
- Kemudian, siapkan wajan dan letakkan di atas kompor. Lalu, tuangkan sedikit minyak goreng dan nyalakan kompor, panaskan.
- Selanjutnya, tuangkan bumbu halus tadi dan tumis bumbu halus Bakmi Goreng Jawa hingga wangi.
- Tambahkan pula potongan sayur kol, wortel, daun bawang, dan seledri ke dalamnya. Campurkan dan tumis hingga merata. Buat yang suka pedas, tambahkan juga cabe rawit ya.
- Sekarang kita masukkan mie untuk resep Bakmi Goreng Jawa. Jangan lupa berikan garam, gula, kaldu, dan kecap manis untuk menambah citarasa. Cicipi rasanya agar sesuai dengan selera kalian ya Sweet Couple!
- Aduk Bakmi Goreng Jawa dan bahan-bahan lain hingga wangi serta tercampur merata sempurna.
- Jika sudah merata dan meresap, maka matikan kompor dan angkat Bakmi Goreng Jawa untuk dipindahkan ke piring saji.
- Jangan lupa berikan bawang goreng akan semakin cantik dan menarik di atas Bakmi Goreng Jawa.
Mengenal JWT
Dalam pembuatan aplikasi/web modern, kita pasti tidak akan terlepas dari penggunaan REST API. Tapi apakah REST API itu ?
REST merupakan singkatan dari REpresentational State Transfer. Secara singkat REST adalah cara kita untuk menggunakan resource (fungsi) yang ada di sebuah server dengan mengakses url yang telah disediakan.
Cara mengaksesnya tentu dengan menggunakan HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) dengan method (http verb) yang umum digunakan yaitu:
- GET, untuk membaca resource (data).
- POST, untuk membuat resource baru (data baru).
- DELETE, tentu untuk menghapus resource (data).
- PUT , untuk merubah resource (data).
Dan yang perlu diingat ialah bahwa REST ini adalah stateless, artinya tidak ada state di dalamnya. Misalnya tidak ada penggunaan session. Karena sifatnya, klien hanya meminta ke server dan server akan memberikan responsenya. titik. Hanya sampai situ saja. Sehingga untuk proses autentikasi, kita tidak dapat menggunakan session.
Satu hal yang sangat perlu di perhatikan ketika membuat REST API adalah security-nya. Jangan sampai user yang tidak memiliki otentikasi dan otorisasi dapat menggunakan REST API yang kita sediakan. Makadari itu kita memerlukan JWT , yaitu Json Web Token. Json Web Token adalah cara untuk mengautentikasi REST API, sehingga hanya orang yang memiliki token saja yang boleh menggunakannya.
Untuk tulisan kali ini, saya sudah menyiapkan aplikasi jadinya, silahkan teman-teman mendownload disini.
Cara kerja nya sangat sederhana.
Pertama kita lakukan sign dengan kode berikut, yang akan menghasilkan sebuah token (encoded string).
const jwt = require('jsonwebtoken');const token = jwt.sign({ id: user.id, role: user.role }, 'secret_key');
Dalam sign token, kita bisa memasukkan berbagai data yang diperlukan seperti userId, userRole. Tapi tidak di sarakan untuk meng-assign password. Masukkan seperlunya saja.
Setelah user mendapatkan tokennya, maka token itu akan terus digunakan untuk mengakses berbagai REST API yang memerlukan autentikasi token di aplikasi kita. Tapi selama belum expired ya, jika sudah expire maka user harus melakukan sign kembali untuk mendapatkan kembali token yang baru.
Kedua, setiap kali klien mengakses url REST API kita, maka kita harus melakukan pengecekan terhadap token yang diberikan. Jika token yang di berikan valid, maka klien diperbolehkan untuk mengakses, jika tidak, maka balas dengan pesan error.
// invalid token - synchronoustry {var decoded = jwt.verify(token, 'secret_key');} catch(err) {// err}
Setelah verifikasi berhasil, maka hasilnya akan mengembalikan nilai yang kita assign saat di proses pertama (sign).
Dan untuk secret_key di atas tadi, terserah mau memasukkan string apa, tapi value antara yang disign dan verify harus sama. Dan biasanya saya menggunakan bantuan dotenv, untuk memasukkan nilai secret_key, agar lebih aman.
Dalam express, untuk pengecekan nya bisa di lakukan dengan middleware. Jika kamu belum paham dengan middleware, saya akan jelaskan di artikel berikutnya.
Apa itu API?
Mungkin dari kalian banyak yang bertanya apa itu Web API, Terutama buat kamu yang sedang belajar coding. Pasti kamu bingung apa saja kegunaannya, bagaimana cara kerjanya, fiturnya apa saja, dan mengapa API sangat banyak digunakan oleh para developer. Nah Artikel ini akan menjawab keingintahuan kamu terhadap API, Yuk simak penjelasannya.
Apa itu Web API?


API adalah singkatan dari Application Programming Interface yaitu sebuah software yang memungkinkan para developer untuk mengintegrasikan dan mengizinkan dua aplikasi yang berbeda secara bersamaan untuk saling terhubung satu sama lain..
Tujuan penggunaan dari API adalah untuk saling berbagi data antar aplikasi yang berbeda tersebut, Tujuan penggunaan API lainnya yaitu untuk mempercepat proses pengembangan aplikasi dengan cara menyediakan sebuah function yang terpisah sehingga para developer tidak perlu lagi membuat fitur yang serupa.
Istilah “API” sebetulnya tidak ada hubungannya dengan hal-hal yang berkaitan dengan web, karena istilah tersebut sudah ada sebelum web. Hal Ini semacam dikooptasi yang berarti “pemanggilan web service”. Tapi secara tradisional, Pengertian API bukan seperti itu. Tapi lebih berkaitan dengan fungsi-fungsi yang disediakan oleh Sistem Operasi.
Perbedaan antara API, REST API, dan RESTful API
Jika kalian sebelumnya sudah tahu tentang API, Mungkin dari kalian masih belum paham tentang perbedaan antara API, REST API, dan RESTful API. Berikut perbedaannya :
Sesuai penjelasan diatas jika API adalah sebuah software yang mengintegrasikan antara aplikasi yang kita buat dengan aplikasi yang lain. Tujuan pembuatannya yaitu untuk saling berbagi data antar aplikasi yang sudah diintegrasikan tersebut.
Sedangkan REST API merupakan salah satu dari desain arsitektur yang terdapat di dalam API itu sendiri. Dan cara kerja dari RESTful API yaitu REST client akan Melakukan akses pada data/resource pada REST server dimana masing-masing resource. Atau data/resource tersebut akan dibedakan oleh sebuah global ID atau URIs (Universal Resource Identifiers).
Jadi, Nantinya data yang diberikan oleh REST server itu bisa berupa format text, JSON atau XML. Dan saat ini format yang paling populer dan paling banyak digunakan adalah format JSON.
Adapun metode HTTP yang secara umum dipakai dalam REST api adalah:
- GET, berfungsi untuk membaca data/resource dari REST server
- POST, berfungsi untuk membuat sebuah data/resource baru di REST server
- PUT, berfungsi untuk memperbaharui data/resource di REST server
- DELETE, berfungsi untuk menghapus data/resource dari REST serve
- OPTIONS, berfungsi untuk mendapatkan operasi yang disupport pada resource dari REST server.
Fitur pada Web API
Banyak sekali Fitur yang bisa kamu gunakan saat memanfaatkan Web API dalam mengembangkan aplikasi kamu, Software ini akan membantu kamu dalam mempercepat development aplikasi kamu. Apa saja fitur yang tersedia :
- Mendukung fungsi CRUD yang bekerja melalui HTTP protocol dengan melalui method GET, POST, PUT dan DELETE
- Memiliki response Accept Header dan HTTP status code
- Mendukung banyak format teks, Seperti JSON, XML atau format apapun yang kamu inginkan, Akan tetapi kebanyakan digunakan ke dalam format JSON. Kamu juga bisa menggunakan MediaTypeFormatter untuk melakukan kustom.
- Mendukung fitur MVC seperti routing, controllers, action results, filter, model, IOC container, dll.
- Web API dapat berjalan di Apache atau web server lainnya yang didukung sesuai bahasa pemrograman yang digunakan.
- Dukungan otomatis untuk OData. Oleh karena itu dengan menempatkan atribut [Queryable] baru pada metode pengontrol yang mengembalikan IQueryable, klien dapat menggunakan metode untuk komposisi query OData.
Kenapa Kamu Harus Menggunakan Web API
Kenapa kamu harus memilih menggunakan Web API? Jika dilihat dari penjelasan diatas pasti kamu sudah paham tentang apa saja kelebihan dan manfaat yang bisa kamu dapatkan saat menggunakan Web API dalam pengembangan aplikasi.
Berikut alasan mengapa memilih Web API :
- Web API bersifat Open Source
- Saat kamu membutuhkan Web Service dan tidak perlu SOAP, maka ASP.NET Web API adalah solusi dan pilihan terbaik.
- Web API dapat digunakan untuk membangun Layanan HTTP sederhana, non-SOAP di atas WCF message pipeline.
- Konfigurasi yang mudah dan tidak seperti pada layanan WCF REST.
- Pembuatan Service dengan API Web cukup sederhana, Berbeda dengan Layanan WCF REST, pembuatan service menjadi cukup sulit.
- Berdasarkan HTTP sehingga mudah untuk didefinisikan, mengekspos dan mengkonsumsi dengan cara RESTful.
- Berdasarkan arsitektur RESTful yang ringan dan bagus untuk perangkat yang memiliki bandwidth terbatas seperti ponsel pintar.
